Televisi Nir-Ideologi

Veven Sp. Wardhana

Pemerhati Budaya Massa

PEMBERITAAN media mengenai penganiayaan terhadap Elias Agung Setiawan, yang diduga melibatkan pembalap Ananda Mikola dan selebritas Marcella Zalianty, yang fokusnya kemudian bergeser menjadi pemberitaan perihal masa lampau Setiawan yang gelap, bisa dijadikan cerminan pola penayangan televisi di Indonesia: berkelok arah makin menjauhi titik pijak awal. Pijakan awal perkara Setiawan-Mikola-Zalianty adalah benar-tidaknya serta seberapa benarnya penganiayaan itu, dan bukan pantas-tidaknya Setiawan dikerasi lantaran masa lalunya yang mungkin kelam.

[Read more →]

Saat Literasi Dibenamkan Televisi

Oleh Palupi Panca Astuti

Pernah mendengar hari tanpa televisi? Sejak tiga tahun terakhir, penetapan hari ini telah dikampanyekan beberapa lembaga yang prihatin terhadap konten atau isi tayangan di televisi. Sejumlah lembaga yang tergabung dalam Koalisi Nasional Hari Tanpa TV mengimbau para orangtua untuk mematikan televisi di rumah selama satu hari penuh dan menggantikannya dengan melakukan kegiatan yang lebih berguna.

[Read more →]

Iklan Politik Bukan Obat Mujarab

Get known first, before you go politics. Begitu kata seorang politisi kawakan dari Amerika. Itulah sebabnya pemilu dan kampanye politik menjadi dua fenomena yang tidak bisa dipisahkan, khususnya pada era perpolitikan modern. Melalui iklan di media massa sang calon “menjual” dirinya kepada publik agar publik mengetahui siapa sesungguhnya dia. Jika masyarakat belum kenal, bagaimana Anda bisa menjadi bupati, gubernur, atau anggota legislatif, apalagi presiden?

[Read more →]

Iklan dan Peta Politik

Dua survei politik terakhir, Lembaga Survei Indonesia dan Cirus Surveyors Group, menunjukkan ada pergeseran peta politik Indonesia menjelang akhir tahun 2008.

Dua pergeseran yang paling menonjol adalah tampilnya Partai Demokrat (PD) sebagai partai papan atas bahkan mampu mengungguli Golkar dan PDI-P.

Saat isu kenaikan harga BBM menjadi perhatian utama publik bulan April-Juni 2008, dukungan terhadap PD dan Susilo Bambang Yudhoyono menurun dratis.

[Read more →]